Daerah

Gandeng Sungai Watch DPU Pengairan Banyuwangi Serius Cegah Sampah ke Laut

Gandeng Sungai Watch DPU Pengairan Banyuwangi Serius Cegah Sampah ke Laut

BANYUWANGI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi secara agresif memperkuat program pengelolaan sungai sebagai benteng utama menekan potensi pencemaran laut. 

Strategi ini merupakan pendekatan terpadu untuk merawat sungai dari hulu hingga hilir, memastikan kualitas ekosistem perairan tetap terjaga.

Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby, menegaskan bahwa penanganan limbah padat di ekosistem perairan telah berevolusi menjadi tanggung jawab lintas sektor. Pihaknya secara terbuka mengajak kolaborasi dari komunitas, institusi pendidikan, hingga korporasi yang memiliki komitmen terhadap kelestarian lingkungan. 

"Isu sampah ini adalah pekerjaan rumah kolektif. Dengan sinergi dan kepedulian dari semua pihak, kami sangat optimistis kualitas penanganan akan meningkat signifikan," ujar Riza, menekankan perlunya partisipasi aktif di luar lingkup pemerintah.

Salah satu program unggulan yang digencarkan adalah Sekardadu (Sungai, Kebersihan, dan Edukasi Dini), sebuah inisiatif perawatan sungai yang menargetkan partisipasi aktif dari institusi pendidikan. Tahun ini, sebanyak 170 sekolah dari berbagai jenjang, mulai dari SD hingga perguruan tinggi, telah dilibatkan. Mereka diberi mandat untuk bertanggung jawab merawat segmen sungai dan saluran drainase di wilayah administratif masing-masing. Riza menjelaskan, cakupan penilaian program Sekardadu sangat luas, meliputi upaya preventif, penanganan sampah harian, rehabilitasi lingkungan, dan kampanye edukasi publik. 

"Total ada 68 sungai besar dan 390 saluran sekunder yang menjadi target konservasi kami. Melalui pendekatan edukatif ini, kami berupaya menjadikan generasi muda sebagai garda depan yang konsisten menjaga ekologi sungai," tambahnya.

Secara paralel, Pemkab Banyuwangi memperkuat upaya pencegahan sampah mencapai laut melalui kemitraan strategis dengan organisasi lingkungan nirlaba, Sungai Watch. Sejak berkolaborasi pada tahun 2022, Sungai Watch telah berhasil memasang 67 jaring penghalang sampah (trash barrier) di berbagai sungai strategis, bertindak sebagai filter efektif sebelum limbah padat bermuara ke laut. 

Terbaru, Pemkab bersama Sungai Watch menggelar Reguler Clean-Up di Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Aksi ini menargetkan pembersihan intensif di area sungai dan daratan yang kerap dijadikan titik pembuangan sampah ilegal, melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, aparat desa/kecamatan, TNI–Polri, pelajar, hingga masyarakat lokal. 

Pemerintah daerah berharap, seluruh sinergi program ini tidak hanya memperkuat ketahanan ekologi perairan Banyuwangi, namun juga sukses menumbuhkan kesadaran kolektif yang berkelanjutan akan fungsi vital sungai sebagai sumber kehidupan. (*)