2.jpg)
BANYUWANGI – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, mengajak masyarakat untuk memaknai Hari Raya Idul Adha tidak hanya sebagai tradisi penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga sebagai momen refleksi diri dan pengambilan pelajaran berharga.
Made, sapaan akrabnya, mengisahkan kembali keteladanan dari kisah Nabi Ibrahim AS yang rela menyembelih putranya, Ismail, sebagai bentuk kepatuhan mutlak kepada Allah SWT. Ia menilai bahwa kisah tersebut mengajarkan umat tentang makna keikhlasan yang sesungguhnya serta kesetiaan seorang hamba kepada Tuhannya.
"Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan dan kesetiaan kepada Allah, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim," ujar Made.
Lebih dari sekadar nilai spiritual, Ketua DPRD Banyuwangi ini menekankan bahwa momen Idul Adha juga sarat dengan makna sosial. Ia menjelaskan bahwa ritual penyembelihan hewan kurban menjadi simbol nyata kepedulian terhadap sesama.
Tradisi saling berbagi daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan merupakan wujud konkret dari semangat gotong royong dan solidaritas sosial yang telah lama mengakar dalam budaya bangsa.
"Banyak makna yang dapat kita petik dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dari momen Idul Adha, termasuk tentang kesetiaan hamba kepada Tuhannya," jelasnya.
Made pun mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi untuk memanfaatkan momentum Idul Adha sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan serta kepedulian antarsesama. Ia berharap nilai-nilai luhur ini tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah kurban semata, tetapi terus hidup dalam keseharian masyarakat.
"Mari kita jadikan momen Idul Adha ini sebagai momen untuk introspeksi diri dan meningkatkan keimanan kita. Kita juga harus memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama dengan saling berbagi dan membantu mereka yang membutuhkan," pungkasnya. (*)
