.jpg)
Banyuwangi - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten
Banyuwangi terus menunjukkan langkah progresif dalam pengelolaan sumber daya
air dengan meluncurkan Water Resources Management System (Warm System).
Inovasi berbasis digital ini memungkinkan pemantauan ketersediaan air irigasi
dilakukan secara real time di seluruh wilayah Banyuwangi, baik melalui laman
web maupun aplikasi Android.
Plt. Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby,
menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dirancang untuk memudahkan petugas juru
pengairan dan penjaga pintu air dalam mencatat berbagai data penting, seperti
rencana tanam, curah hujan, hingga debit air. Semua data yang dikumpulkan
kemudian diproses otomatis untuk menghasilkan informasi terkini mengenai
kondisi air irigasi di lapangan.
“Warm System memungkinkan kami memantau data irigasi secara
langsung tanpa menunggu laporan manual. Dengan begitu, pengambilan keputusan
dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Riza.
Menurut Riza, sistem ini juga dilengkapi fitur analisis yang
dapat menghitung ketersediaan air berdasarkan curah hujan dan kebutuhan tanam
di tiap wilayah. Dengan data yang terintegrasi, distribusi air pertanian dapat
diatur lebih merata, terutama saat memasuki musim kemarau.
“Tujuan akhirnya adalah mendukung ketahanan pangan dan
memastikan air irigasi tersedia sesuai kebutuhan petani,” tambahnya.
Selain mengembangkan sistem digital, DPU Pengairan juga
tetap fokus pada pembangunan serta revitalisasi jaringan irigasi di berbagai
kecamatan. Langkah ini menjadi upaya menyeluruh pemerintah daerah dalam menjaga
keberlanjutan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi Banyuwangi.
“Inovasi Warm System ini adalah wujud transformasi menuju
tata kelola pengairan modern. Dengan dukungan teknologi, kami ingin memastikan
air benar-benar menjadi sumber kehidupan yang dikelola dengan bijak dan
berkelanjutan,” pungkas Riza. (*)
