
BANYUWANGI, 3 Maret 2026 – Agenda Buka Puasa Bersama yang digelar jajaran Polresta Banyuwangi pada Selasa sore di Blambangan Ballroom Lantai G Hotel Kokoon Banyuwangi, Jl. Raya Jember KM 7, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, menjadi sorotan publik. Sejumlah media mengaku tidak diundang, bahkan terdapat keterangan bahwa beberapa perwakilan media ditolak dan tidak diperkenankan memasuki area kegiatan.
Acara yang dalam undangan resmi disebut sebagai momentum “mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan” justru memunculkan pertanyaan serius terkait pola komunikasi dan kemitraan dengan insan pers.
*Kemitraan dengan Pers*
Sebagai institusi negara, kemitraan dengan pers bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan bagian strategis dalam membangun transparansi dan menjaga kepercayaan publik. Pers memiliki peran konstitusional sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial.
Dalam konteks tersebut, munculnya laporan mengenai media yang tidak diundang serta adanya pembatasan akses menimbulkan persepsi kurang harmonisnya relasi kemitraan. Situasi ini patut menjadi bahan evaluasi bersama agar komunikasi kelembagaan berjalan inklusif, setara, dan profesional.
Keterbukaan terhadap seluruh media tanpa diskriminasi akan memperkuat citra institusi sebagai lembaga yang akuntabel dan modern. Sebaliknya, eksklusivitas yang tidak dijelaskan secara transparan berpotensi memunculkan tafsir negatif di ruang publik.
*Transparansi sebagai Fondasi Kepercayaan*
Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum dibangun melalui konsistensi dalam menjunjung nilai akuntabilitas, keterbukaan informasi, dan penghormatan terhadap kebebasan pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Momentum Ramadan seharusnya menjadi ruang mempererat ukhuwah dan membangun komunikasi yang lebih baik antara institusi dan seluruh elemen masyarakat, termasuk media.
Media memandang bahwa klarifikasi terbuka terkait mekanisme undangan dan standar komunikasi kepada media akan menjadi langkah konstruktif untuk menjaga marwah dan kehormatan institusi.
*Evaluasi demi Sinergi yang Lebih Kuat*
Sorotan ini disampaikan dalam kerangka kritik membangun dan kepedulian terhadap kualitas kemitraan pers dengan lembaga negara. Sinergi yang sehat antara aparat dan media merupakan fondasi terciptanya stabilitas sosial serta kepercayaan publik yang berkelanjutan.
Apabila terdapat kekeliruan teknis dalam pelaksanaan, evaluasi terbuka dan perbaikan ke depan akan menjadi bentuk tanggung jawab moral sekaligus penguatan hubungan kelembagaan yang lebih profesional, transparan, dan bermartabat,
(Red)
