Daerah

Peringatan Bulan Bung Karno, Anggota DPRD Banyuwangi Bagikan Alat Pertanian kepada Petani

Peringatan Bulan Bung Karno, Anggota DPRD Banyuwangi Bagikan Alat Pertanian kepada Petani

BANYUWANGI - Momentum Bulan Bung Karno dimanfaatkan Anggota DPRD Banyuwangi Fraksi PDI Perjuangan, Dhea Sartika, untuk menggelar kegiatan sosial bersama komunitas petani di Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo.

Kegiatan tersebut dikemas dalam doa bersama sekaligus penyaluran bantuan peralatan pertanian sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan Sang Proklamator yang diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Yasin dan tahlil yang dipimpin tokoh agama serta diikuti para petani dan warga di area persawahan. Suasana khidmat menyelimuti doa bersama yang dipersembahkan untuk mengenang jasa-jasa Bung Karno sekaligus memohon keberkahan bagi para petani dalam mengolah lahan pertanian.

Usai doa bersama, Dhea menyerahkan sekitar 100 cangkul kepada para petani. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu aktivitas pertanian sekaligus menjadi simbol dukungan terhadap sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat di wilayah selatan Banyuwangi.

Selain membagikan alat pertanian, rangkaian kegiatan juga diisi dengan santunan bagi anak yatim dan penyaluran paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Melalui kegiatan itu, nilai gotong royong yang menjadi salah satu semangat perjuangan Bung Karno diharapkan tetap hidup di tengah kehidupan masyarakat.

Dhea Sartika mengatakan Bulan Bung Karno tidak semestinya diperingati hanya melalui kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi ruang untuk menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kami ingin Bulan Bung Karno bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kegiatan ini kami isi dengan doa bersama, santunan anak yatim, bantuan sembako, serta penyaluran alat pertanian agar semangat gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat," ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Banyuwangi itu menjelaskan, pemilihan cangkul sebagai bantuan kepada petani bukan tanpa alasan. Menurutnya, alat pertanian sederhana tersebut memiliki makna filosofis yang erat dengan kehidupan petani.

Bagi petani, kata Dhea, cangkul merupakan simbol kerja keras, kesabaran, dan ketekunan dalam mengolah lahan. Setiap ayunan cangkul mencerminkan ikhtiar manusia untuk memperoleh hasil terbaik melalui usaha yang disertai doa, bukan sekadar menggantungkan harapan tanpa kerja nyata.

"Di tangan petani, cangkul bukan hanya alat kerja, tetapi juga lambang kemandirian, ketekunan, dan semangat untuk terus bertahan menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan cuaca dan kondisi pertanian," katanya.

Ia menambahkan, peringatan Bulan Bung Karno memiliki makna historis yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Bulan Juni menjadi penanda tiga peristiwa besar dalam perjalanan hidup Bung Karno, yakni lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945, hari kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1901, serta wafatnya Presiden pertama Republik Indonesia itu pada 21 Juni 1970.

Menurut Dhea, ketiga momentum tersebut menjadi pengingat agar nilai-nilai perjuangan Bung Karno terus diwariskan kepada generasi penerus, tidak hanya melalui narasi sejarah, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan yang berpihak kepada rakyat.

Ia berharap semangat gotong royong, kemandirian, dan kepedulian sosial yang diwariskan Bung Karno dapat terus menjadi inspirasi dalam membangun masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

"Petani adalah pilar penting pembangunan. Karena itu, mereka harus terus mendapat perhatian dan dukungan agar tetap produktif serta mampu meningkatkan kesejahteraannya. Semangat itulah yang ingin kami hadirkan melalui peringatan Bulan Bung Karno tahun ini," pungkasnya. (*)