
BANYUWANGI – Upaya digitalisasi tata kelola pengawasan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali membuahkan hasil.
Inovasi Sistem Informasi Pengawasan dan Direksi (Mawasdiri) yang dikembangkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Banyuwangi berhasil meraih Juara IV kategori Digital dalam ajang Kompetisi Inovasi Kabupaten Banyuwangi (Koin Wangi).
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas pengembangan sistem digital yang dirancang untuk memperkuat efektivitas pengawasan pekerjaan infrastruktur sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor sumber daya air.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPU Pengairan Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim yang terus berupaya menghadirkan inovasi di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.
"Alhamdulillah, salah satu inovasi kami, yakni Mawasdiri, berhasil meraih Juara IV Koin Wangi kategori Digital. Prestasi ini menjadi bukti bahwa dedikasi, kerja keras, dan semangat berinovasi mampu menghasilkan karya yang bermanfaat," ujarnya.
Menurut Cahyanto, keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen seluruh jajaran DPU Pengairan dalam mengembangkan sistem yang mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengawasan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Ia berharap penghargaan itu menjadi pemacu semangat bagi seluruh pegawai untuk terus menciptakan terobosan baru yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menghadirkan solusi yang inovatif, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan organisasi," katanya.
Kompetisi Inovasi Kabupaten Banyuwangi atau Koin Wangi merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang menjadi wadah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat dalam melahirkan gagasan kreatif yang dapat mendukung pembangunan daerah.
Lebih dari sekadar perlombaan, Koin Wangi menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai ide inovatif untuk menjawab tantangan pelayanan publik.
Setiap peserta diwajibkan menyusun proposal inovasi yang kemudian dipresentasikan di hadapan dewan juri yang terdiri atas unsur birokrasi, akademisi, dan praktisi.
Selain memperoleh piagam penghargaan, trofi, dan uang pembinaan, para pemenang juga mendapatkan fasilitasi pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa hak cipta atas inovasi yang dikembangkan.
Keberhasilan Mawasdiri menembus jajaran inovasi terbaik di Koin Wangi diharapkan menjadi pendorong lahirnya inovasi-inovasi digital lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya dalam mempercepat transformasi pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan berbasis teknologi. (Asr)
