Daerah

Padat Karya Dipercepat, DPU Pengairan Banyuwangi Bersihkan Saluran Irigasi Hadapi Kemarau

Padat Karya Dipercepat, DPU Pengairan Banyuwangi Bersihkan Saluran Irigasi Hadapi Kemarau

BANYUWANGI - Menghadapi musim kemarau, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi mempercepat pelaksanaan program padat karya di sejumlah daerah irigasi.

Program ini difokuskan pada pembersihan saluran irigasi dan dam untuk memastikan distribusi air ke lahan pertanian tetap lancar sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Salah satu kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Pesanggaran. Sebanyak 30 warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dilibatkan dalam pekerjaan pembersihan saluran dan dam yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai lokasi prioritas berdasarkan hasil survei lapangan bersama Dinas PU Pengairan Banyuwangi.

Program tersebut dijadwalkan berlangsung selama 15 hari kerja. Para pekerja melakukan pembersihan saluran irigasi, mengangkat endapan sedimen, memangkas rumput liar, serta merawat lingkungan di sekitar jaringan irigasi agar aliran air tetap optimal selama musim kemarau.

Langkah percepatan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi penurunan debit air yang lazim terjadi pada puncak musim kemarau. Saluran yang bersih dinilai mampu memperlancar distribusi air sehingga kebutuhan irigasi lahan pertanian tetap terpenuhi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPU Pengairan Banyuwangi Cahyanto Hendri Wahyudi, menjelaskan bahwa program padat karya tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan infrastruktur irigasi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. 

Melalui keterlibatan langsung warga, pemerintah berharap tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan sungai dan saluran irigasi.

"Tujuan kegiatan ini untuk memberdayakan masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap kebersihan sungai, baik dari endapan sedimen maupun sampah. Sehingga sedimentasi berkurang dan aliran air menjadi lebih lancar," ujarnya.

Menurutnya, sedimentasi yang terus menumpuk dapat mengurangi kapasitas saluran dan menghambat distribusi air menuju areal persawahan. Apabila kondisi tersebut dibiarkan, pasokan air bagi petani berpotensi terganggu, terutama saat curah hujan mulai menurun.

Karena itu, pembersihan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi jaringan irigasi agar tetap optimal sepanjang musim tanam. Selain meningkatkan kapasitas aliran, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan sungai yang lebih bersih dan terawat.

"Harapannya air bisa mengalir tanpa hambatan sehingga para petani dapat menikmati pasokan air yang cukup untuk mengairi sawah mereka," katanya.

Melalui program padat karya ini, DPU Pengairan Banyuwangi berupaya menggabungkan dua tujuan sekaligus, yakni memperkuat ketahanan jaringan irigasi menghadapi musim kemarau serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. (*)