Daerah

Bendung vs Bendungan, Ini Perbedaan Fungsi Infrastruktur Irigasi Banyuwangi

Bendung vs Bendungan, Ini Perbedaan Fungsi Infrastruktur Irigasi Banyuwangi

BANYUWANGI - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi memiliki sejumlah infrastruktur penting dalam sistem irigasi yang berfungsi untuk memastikan pasokan air stabil bagi para petani di wilayah ujung timur Pulau Jawa tersebut. Di antara infrastruktur yang dimiliki, terdapat dua bangunan air yang sekilas tampak serupa namun memiliki perbedaan fungsi mendasar, yaitu bendung (weir) dan bendungan (dam).


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, menjelaskan bahwa meskipun bendung dan bendungan sering dianggap sama oleh masyarakat awam, keduanya dirancang untuk tujuan yang berbeda dalam sistem pengelolaan sumber daya air. 

"Serupa namun tidak sama, bendung dan bendungan memiliki perbedaan utama pada kegunaannya," ujarnya.

Cahyanto memaparkan, bendung merupakan bangunan air yang dibangun secara melintang pada sungai. Infrastruktur ini dirancang khusus untuk menaikkan permukaan air sungai sampai ketinggian tertentu, sehingga air dapat dialirkan melalui pintu air menuju saluran-saluran pembagi dan selanjutnya didistribusikan ke lahan-lahan pertanian di sekitarnya. 

"Secara definitif, bendung dirancang agar permukaan air sungai di sekitarnya naik sampai ketinggian tertentu, sehingga air dapat dialirkan ke lahan-lahan pertanian," jelasnya.

Sementara itu, bendungan atau dam memiliki fungsi yang lebih kompleks dan cakupan yang lebih luas dibandingkan bendung. Menurut Cahyanto, bendungan merupakan bangunan air dengan area yang lebih besar, seperti waduk, yang dibangun melalui proses pengerukan pada area dengan elevasi lebih tinggi dan diberi konstruksi beton untuk menahan debit air dalam jumlah besar. 

"Bendungan dirancang untuk menahan debit air dengan area yang lebih luas seperti waduk," ujarnya.

Secara umum, bendungan difungsikan sebagai penampung air raksasa yang menyimpan cadangan air pada musim hujan ketika aliran sungai melimpah dalam jumlah besar. 

Air yang tertampung di dalam bendungan kemudian dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari irigasi pertanian, penyediaan air minum, kebutuhan industri, pengembangan sektor wisata, hingga pemenuhan keperluan lainnya. 

"Bendungan digunakan untuk menampung air dan mengatur alirannya ke hilir atau ke waduk sesuai kebutuhan," terang Cahyanto.

Dengan memahami perbedaan fungsi antara bendung dan bendungan tersebut, DPU Pengairan Banyuwangi berharap masyarakat dapat lebih mengapresiasi peran masing-masing infrastruktur dalam mendukung keberlanjutan sistem irigasi. 

Keberadaan kedua bangunan air ini menjadi fondasi utama dalam menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Banyuwangi, sekaligus memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu lumbung pangan nasional. (*)