.jpg)
BANYUWANGI – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi menyiapkan sejumlah program strategis untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, mengatakan berbagai program prioritas telah disusun dan akan menjadi fokus pelaksanaan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pengairan di Banyuwangi.
"Program kerja yang telah kami siapkan mencakup berbagai sektor, mulai dari peningkatan jaringan irigasi hingga digitalisasi sistem informasi pengairan," ujar Cahyanto.
Menurut dia, salah satu agenda utama adalah peningkatan jaringan irigasi primer dan sekunder pada kawasan pertanian. Selain merehabilitasi jaringan yang sudah ada, DPU Pengairan juga akan membangun saluran irigasi baru di sejumlah wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
"Kami ingin memastikan seluruh kawasan memiliki akses terhadap sistem pengairan yang memadai sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat," katanya.
Selain memperkuat infrastruktur irigasi, DPU Pengairan juga memprioritaskan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Upaya yang disiapkan antara lain peningkatan kapasitas bendungan dan embung sebagai cadangan air untuk mengantisipasi kebutuhan pada musim kemarau.
Pengelolaan air baku juga akan diintegrasikan agar mampu memenuhi kebutuhan berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, pertanian hingga industri secara lebih efektif dan efisien.
Di sisi lain, mitigasi bencana banjir turut menjadi perhatian. Pemerintah daerah akan mengintensifkan normalisasi sungai-sungai strategis serta membangun tanggul dan kolam retensi di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan banjir tinggi.
Sejalan dengan perkembangan teknologi, DPU Pengairan juga akan mengembangkan sistem pemantauan jaringan irigasi berbasis digital. Teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan kondisi infrastruktur serta mempercepat pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya air.
Tak hanya itu, pengembangan aplikasi layanan publik juga disiapkan untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi maupun menyampaikan pengaduan terkait layanan pengairan.
Cahyanto optimistis berbagai program strategis tersebut akan memperkuat sistem pengelolaan air di Banyuwangi sekaligus mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.
"Modernisasi pengelolaan pengairan melalui digitalisasi menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan sistem irigasi yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan," pungkasnya. (*)
