.jpg)
BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperkuat upaya pelestarian sungai dengan melibatkan kalangan pendidikan sebagai ujung tombak gerakan konservasi lingkungan. Strategi tersebut ditempuh untuk menekan pencemaran sungai sekaligus mencegah masuknya limbah, terutama sampah plastik, ke wilayah pesisir dan laut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, mengatakan pengelolaan sungai tidak lagi dapat mengandalkan peran pemerintah semata. Menurutnya, keberhasilan menjaga kualitas sungai sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat secara luas.
"Masalah limbah, terutama sampah plastik, memiliki dampak besar terhadap kualitas lingkungan. Karena itu diperlukan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat secara berkelanjutan," ujar Cahyanto.
Sebagai implementasi strategi tersebut, Dinas PU Pengairan mengembangkan pola pengelolaan sungai berbasis kolaborasi dengan menggandeng sekolah, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, akademisi, hingga lembaga internasional. Selain melakukan pembersihan sungai secara berkala, kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun sistem pengawasan dan perawatan sungai yang berkesinambungan.
Salah satu program yang menjadi andalan adalah Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu). Melalui program ini, sedikitnya 170 sekolah dan perguruan tinggi di Banyuwangi terlibat aktif mengelola sungai, saluran drainase, serta bantaran sungai di lingkungan masing-masing.
Para pelajar tidak hanya mengikuti kegiatan kerja bakti membersihkan sungai, tetapi juga dilibatkan dalam pemetaan kondisi sungai, edukasi lingkungan kepada masyarakat, hingga penanaman vegetasi di kawasan bantaran sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem.
Menurut Cahyanto, pendekatan tersebut bertujuan menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini sekaligus membangun rasa memiliki terhadap sungai di kalangan generasi muda.
"Banyuwangi memiliki 68 sungai besar dan ratusan saluran sekunder yang membutuhkan perhatian secara berkelanjutan. Kami ingin generasi muda memiliki kedekatan emosional dengan sungai sehingga tumbuh kesadaran untuk menjaga kelestariannya," katanya.
Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap pengelolaan sungai tidak hanya mampu menjaga kualitas lingkungan perairan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mengurangi pencemaran yang bermuara ke laut sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir. (*)
